Selamat datang di RSUM SURYA MELATI

Telp.(0354) 441748 / 081259887511 06:00 - 22:00 (Senin-Sabtu)

PKRS

PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) adalah upaya rumah sakit untuk meningkatkan kemampuan pasien, klien dan kelompok-kelompok masyarakat agar pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan dan rehabilitasinya.
COVID-19 adalah virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan.
Gejala yang paling umum :
- Demam.
- Batuk kering.
- Kelelahan.
Gejala yang sedikit tidak umum :
- Rasa tidak nyaman dan nyeri.
- Nyeri tenggorokan.
- Diare.
- Konjungtivitis (mata merah).
- Sakit kepala.
- Hilangnya indra perasa atau penciuman.
- Ruam pada kulit atau perubahan warna pada jari tangan dan kaki.
Diare adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam. Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta.
Penyebab Diare :
- Sebuah mikrograf elektron dari rotavirus, penyebab hampir 40% dari diare pada anak di bawah umur 5 tahun.
- Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu.
- Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.
- Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria, minum alkohol berlebih.
Pencegahan :
Sebuah vaksin rotavirus memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare. Saat ini ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus. Vaksin rotavirus yang lainnya seperti, Shigella, ETEC, dan Cholera sedang dikembangkan, vaksin ini juga berfungsi untuk mencegah penularan diare. Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun.
Demam berdarah adalah infeksi yang disebabkan nyamuk menularkan virus dengue. karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah yang menyebabkan darah membeku. Yang kedua adalah yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.
Penyebab Demam Berdarah :
Suatu penyakit yang tergolong kedalam golongan penyakit akut yang disebabkan oleh adanya virus dengue, yang masuk melalui peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari jenis aedes, yaitu : aedes aegypti atau aedes albopictus. Terdapat emat jenis virus dengue yang berbeda, namun berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah. Virus dengue merupakan viru dari jenis flavivirus, famili flaviviridae. Penyakit demam berdarah berada pada daeraha tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, teruatama di musim hujan yang lembab.
Gejala :
- Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38 derajat celcius sampai 40 derajat celcius atau bisa jadi lebih.
- Kadang-kadang pendarahan di hidung.
- Tampak bintik-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.
- Mungkin terjadi muntah darah atau berak dengan disertai darah.
Pencegahan :
- Mengurangi atau menghilangkan genangan air di sekitar rumah.
- Menjaga lingkungan agar tetap bersih.
- Bila ada keluarga yang menderita berkepanjangan segera mengambil rujukan kepada dokter, untuk mengurangi risiko yang tidak menyenangkan.
Penyakit TBC (Tuberculosis) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberculosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP). Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja (tua, muda, laki-laki, perempuan, miskin, atau kaya) dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,20,65%.
Penyebab :
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening.meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Gejala sistemik :
- Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam.
- Penurunan nafsu makan dan berat badan.
- Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
- Perasaan tidak enak (malaise), lemah.
Gejala khusus :
- Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
- Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
- Pada anak-anak dapat mengenai otak disebut meningitis gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.